Skip to main content

Posts

Showing posts from 2017

Klub Hotel Pratunam

KLUB HOTEL PRATUNAM Petchaburi 13 - Bangkok Untuk turis Indonesia, Pratunam Market menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk berbelanja. Kami Full Moon Paradise ada kontrak baru dengan Klub Hotel, hotel ini punya lokasi yang strategis, dan tentunya kamar yang bersih dan fasilitas yang cukup lengkap untuk hotel bintang tiga. Kami rekomendasikan untuk group dibawah 10 pax, karena lokasi hotel yang tidak bisa dilalui bus.  Price untuk Deluxe room: Rp. 560.000/room (Double/Twin) , + Rp. 280.000 untuk extra bed. Untuk reservation silahkan email ke: infofmparadise@gmail.com www.fullmoonparadise.co.th

Larp Neua (Daging Mentah), Berani Coba?

Jika melihat foto di atas, mungkin anda akan berpikir bahwa makanan tersebut belum siap saji. Namanya "Larp Neua', terbuat dari daging dan darah sapi segar. Ada dua jenis, yang pertama dimasak dan yang kedua tidak dimasak. Makanan yang berasal dari daerah Isan (Thailand) memang cukup terkenal , dan cukup ekstrim juga tentunya. Saya sendiri cukup ragu untuk mencoba makanan ini, makanan jepang yang tidak dimasak sudah sangat familiar tentunya, dan bahan bakunya masih masuk diakal untuk dimakan mentah-mentah. Tapi karena rasa penasaran yang cukup tinggi, saya memberanikan diri untuk mencobanya.

Mencoba Somtam Terkenal di Bangkok

Selepas pulang kerja, ada telepon dari Beena yang mengajak saya untuk melihat toko yang akan disewanya di depan Central Pinklao Bangkok. Kami pergi ke sana dengan taksi dari tempat saya bekerja, perjalanan cukup cepat hanya 30 menit di tengah kemacetan kota Bangkok saat jam pulang kerja.

Durian Hunter

-The  Paradise   of   Food - "Kin Khao Rue Yang?" (Sebuah Artikel dari Full Moon Paradise) DURIAN HUNTER Pada akhir pekan kemarin, tepatnya tanggal 6 Mei 2017, kami berkesempatan liburan sejenak. Mumpung ada Van kantor yang free, dan akhirnya kami putuskan untuk ke Samet Island yang masuk di wilayah Rayong. Tapi di artikel ini kami tidak akan membahas mengenai Pulau Samet, yang akan kiami bahas adalah durian. Buah yang banyak dibenci tapi banyak pula yang sangat mencintai durian.

Serunya Songkran Festival

Songkran Festival di Thailand jatuh pada tanggal 13 April di setiap tahunnya. Songkran adalah tahun baru bagi masyarakat Thailand. Biasanya orang Thailand akan kembali ke kampung halamannya untuk bertemu dengan keluarga dan meminta maaf kepada orang tua. Di Bangkok sendiri biasanya perang air akan dirayakan selama tiga hari berturut-turut. Songkran Festival menjadi salah satu daya tarik bagi turis mancanegara.

Senja di Koh Samet

Mengejar sunset di Koh Samet adalah hal yang sangat menyenangkan. Koh Samet adalah sebuah pulau kecil yang berada di dalam Khao Laem Ya National Park, di Provinsi Rayong. Untuk Sampai ke pulau ini cukup mudah, karena tidak begitu jauh dari kota Bangkok. Perjalanan kurang lebih 3 jam menggunakan bus umum dari Terminal Ekamai, lalu dilanjutkan dengan ferry selama kurang lebih 30 menit saja.

Raja Ampat nya Thailand

Mu Ko Ang Thong National Park terletak di Provinsi Suratahani. Ang Thong jika diartikan adalah "Bowl of Gold". Luasanya mencapai 102 km persegi, dan terdapat 42 pulau di sana. Saya menyebutnya surga yang tersembunyi, atau Raja Ampatnya Thailand, keindahan alam dan kelestarian alam yang masih terjaga.

Thailand Rajanya Makanan Kaki Lima

Selain wisata belanja, Thailand terkenal dengan makanan kaki lima yang akan anda temui di setiap sudut kota. Orang Indonesia biasanya akan mengincar ketan mangga atau Pad Thai, dan tentu saja durian menjadi buruan utama. Berbagai jenis makanan akan anda temui selama berlibur di Thailand. Beragam makanan khas daerah masing-masing di Thaialnd, ada yang khas utara, khas bangkok, atau selatan dan lainnya. Saya sendiri yang sudah cukup lama tinggal di Thailand tidak bisa menghafal satu persatu nama makanan, terlalu banyak dan tentu saja saya lebih senang mencicipinya daripada menghafal namanya. 

Erawan Waterfalls

Penat dengan suasana kota, akhirnya saya putuskan untuk menjauh sejenak dari hiruk pikuk dan kesibukkan saya di Bangkok. Pilihannya jatuh kepada kota Kanchanaburi, tidak terlalu jauh dari Bangkok sekitar 2-3 jam perjalanan dengan mobil. Tapi saya sendiri lebih senang pergi dengan kereta api dari Stasiun Thonburi. Walaupun menjadi lebih lama, tetapi saya menikmati itu. Duduk di kereta tua dengan bangku terbuat dari kayu seakan membawa saya kembali ke masa lalu. Kanchanaburi sendiri banyak cerita atau sejarah di masa lalu yang cukup kelam. Di sana terkenal dengan jalur kereta api kematian, jalur itu dibangun oleh tentara Jepang dengan menerapkan sistem kerja paksa. Para pekerjanya berasal dari tentara sekutu yang disandera oleh Jepang.