Selepas pulang kerja, ada telepon dari Beena yang mengajak saya untuk melihat toko yang akan disewanya di depan Central Pinklao Bangkok. Kami pergi ke sana dengan taksi dari tempat saya bekerja, perjalanan cukup cepat hanya 30 menit di tengah kemacetan kota Bangkok saat jam pulang kerja.
Sampailah di lokasi, tempatnya cukup ramai, banyak toko-toko kecil yang menjual pakaian dan pernak-pernik lainnya. Kami berkeliling dari satu gang ke gang lainnya, di ujung pertokaan ramai sekali orang-orang mengantri. Saya cukup penasaran, apa yang mereka lakukan di sana. Ternyata ada sebuah restoran yang penuh sesak, antrian mengular cukup panjang. Biasanya saya sangat malas jika harus mengantri lama hanya untuk membeli makanan. Tapi kali ini saya begitu penasaran dan ingin mencicipinya segera. Dan kami berdua akhirnya ikut dalam antrian.
Pelayan memberi kami sebuah menu yang hanya ditulis dengan huruf Thai. Saya memberikannya pada Beena, maklum saya tidak paham huruf-huruf Thai. Restoran ini menyajikan makanan-makanan Isan (Salah satu daerah di Thailand). Menu andalannya tentu saja Somtam. Somtam sendiri tidak hanya 1 macam, tapi banyak sekali jenisnya. Beena memesan Tam Tart Lao.
Lima belas menit kemudian menu datang dengan porsi yang cukup besar. Baru kali ini saya makan somtam dengan porsi jumbo. Pelengkapnya cukup banyak, ada telur, kerang, ikan-ikan kecil yang digoreng dgn tepung dan berasa cukup manis, serta sayur-sayuran lainnya. Somtam favorit saya adalah somtam yang dihidangkan dengan 'Poo Na" , kepiting kecil yang tidak dimasak dan hanya digarami dan disimpan dalam waktu yang cukup lama. Bagi yang baru mengenal makanan ini, pastinya akan mengurangi selera saat mencium aroma "Poo Na'. Begitu juga dengan saya dulu saat pertama kali mencobanya. Tapi sekarang tentu tidak lagi, semakin semerbak baunya, semakin membuat saya yakin bahwa somtam yang dihidangkan lezat rasanya.
Setelah saya cicipi somtam ini, hmmmmm....., jauh diluar ekspektasi. Rasanya standar restoran-restoran pada umumnya. Somtam yang dijual di pinggir jalan/kaki lima jauh lebih lezat menurut saya. Restoran ini cukup kreatif menampilkan menu yang tidak biasa, harganya juga tidak mahal, mungkin karena itu restoran ini cukup ramai. Tapi soal rasa somtam yang nikmat dan aroma 'Poo Na' yang menggugah selera tidak saya temukan di sini.
Follow Instagram kami di: @tomyumkooong
Comments
Post a Comment