Tujuan hidup manusia adalah kebahagiaan. (Aristoteles)
Bukankah perjalanan hidup ini menuju pada kematian? Jadi buat apa resah memikirkan perjalanan itu sendiri, nikmatilah! Terkadang kita lupa menikmati kehidupan yang sedang dijalani. Kesibukkan sehari-hari membuat seseorang menjadi seperti mesin. Pekerjaan memang yang utama untuk melanjutkan kehidupan, tak dipungkiri sebagai manusia kita membutuhkan uang untuk memenuhi kebutuhan pokok kita. Yang menjadi masalah adalah ketika kita lupa untuk menghargai diri kita sendiri, berikanlah ruang untuk sekedar menikmati kehidupan yang telah diberikan. Kebahagiaan yang dikatakan oleh Aristoteles sebagai tujuan hidup manusia memang benar adanya. Hanya saja setiap orang pasti memiliki definisi yang berbeda soal "Kebahagiaan" itu sendiri.
'Melangkah dan lihatlah dunia.'
Kebahagiaan yang saya gambarkan dalam kehidupan adalah ketika kaki ini bisa melangkah jauh dan melihat dunia yang begitu luas. Melakukan sebuah perjalanan yang bukan sekedar jalan-jalan biasa, dengan bepergian saya bisa melihat diri saya lebih dalam lagi. Saya jauh lebih memahami diri sendiri ketika saya ke luar dari ruang lingkup keluarga dan sahabat. Pencarian jati diri saya temukan ketika saya berjuang bertahan hidup di luar setelah berhenti kuliah. Saya tidak kembali ke rumah, tetapi mencoba berada di luar lingkup keluarga sejenak. Memulai dari langkah-langkah kecil, dan sampai saat ini saya menikmatinya. Semenjak itulah saya merasakan bahwa setiap manusia sebenarnya perlu melangkah sejenak untuk melihat kehidupan lainnya. Jangan terus terjebak dalam lingkungan yang sama dari lahir sampai kita tua. Karena hidup ini bukan hanya seluas kamar tidur, tapi seluas alam mimpi manusia. Keterbukaan dalam pemikiran adalah buah hasil dari orang yang gemar bepergian, dan orang yang gemar bepergian adalah orang yang menikmati hidupnya.
Ketika saya mencoba untuk selalu menikmati hidup, ternyata saya menjadi pribadi yang jauh lebih merasa bahagia dibanding sebelumnya. Sebuah perjalanan panjang ini akan sia-sia jika kita tidak tahu bagaimana untuk menikmatinya. Bukan berarti dalam perjalanan kita tidak ada masalah, akan banyak sekali masalah yang ditemui. Di saat saya sampai pada tempat yang baru, hal utama yang saya lakukan adalah mencoba melebur menjadi satu dengan orang-orang dan lingkungan tersebut. Tanpa adaptasi kita akan terlihat sombong dan angkuh. Bukan berarti kita menelan mentah-mentah nilai yang dipahami orang lain, tetapi kita harus belajar untuk menghormati dan melihat lebih jauh nilai-nilai tersebut.
Setiap orang memiliki gaya travelingnya sendiri, jadi jangan pernah merasa lebih hebat atau lebih baik. Banyak dari kita yang mulai meremehkan orang lain, menjadi sombong karena sudah banyak menjelajah dunia. Kalau saya bilang mereka adalah "Traveler Gagal", entah nilai-nilai apa yang didapat kalau hanya menghasilkan pribadi yang angkuh. Maka dari itu seperti saya sebutkan di atas "Kebahagiaan" setiap orang pasti berbeda-beda, jadi kita sendiri bebas menentukannya, dan jangan pernah memaksakannya.
Trend traveling sedang marak saat-saat ini, melihat orang-orang mulai melangkah untuk melihat dunia menjadi sesuatu yang menyenangkan. Ketika kita keluar, kita akan sadar betapa kecilnya diri kita, dan betapa besarnya Sang Pencipta.
Bukankah perjalanan hidup ini menuju pada kematian? Jadi buat apa resah memikirkan perjalanan itu sendiri, nikmatilah! Terkadang kita lupa menikmati kehidupan yang sedang dijalani. Kesibukkan sehari-hari membuat seseorang menjadi seperti mesin. Pekerjaan memang yang utama untuk melanjutkan kehidupan, tak dipungkiri sebagai manusia kita membutuhkan uang untuk memenuhi kebutuhan pokok kita. Yang menjadi masalah adalah ketika kita lupa untuk menghargai diri kita sendiri, berikanlah ruang untuk sekedar menikmati kehidupan yang telah diberikan. Kebahagiaan yang dikatakan oleh Aristoteles sebagai tujuan hidup manusia memang benar adanya. Hanya saja setiap orang pasti memiliki definisi yang berbeda soal "Kebahagiaan" itu sendiri.
'Melangkah dan lihatlah dunia.'
Kebahagiaan yang saya gambarkan dalam kehidupan adalah ketika kaki ini bisa melangkah jauh dan melihat dunia yang begitu luas. Melakukan sebuah perjalanan yang bukan sekedar jalan-jalan biasa, dengan bepergian saya bisa melihat diri saya lebih dalam lagi. Saya jauh lebih memahami diri sendiri ketika saya ke luar dari ruang lingkup keluarga dan sahabat. Pencarian jati diri saya temukan ketika saya berjuang bertahan hidup di luar setelah berhenti kuliah. Saya tidak kembali ke rumah, tetapi mencoba berada di luar lingkup keluarga sejenak. Memulai dari langkah-langkah kecil, dan sampai saat ini saya menikmatinya. Semenjak itulah saya merasakan bahwa setiap manusia sebenarnya perlu melangkah sejenak untuk melihat kehidupan lainnya. Jangan terus terjebak dalam lingkungan yang sama dari lahir sampai kita tua. Karena hidup ini bukan hanya seluas kamar tidur, tapi seluas alam mimpi manusia. Keterbukaan dalam pemikiran adalah buah hasil dari orang yang gemar bepergian, dan orang yang gemar bepergian adalah orang yang menikmati hidupnya.
Ketika saya mencoba untuk selalu menikmati hidup, ternyata saya menjadi pribadi yang jauh lebih merasa bahagia dibanding sebelumnya. Sebuah perjalanan panjang ini akan sia-sia jika kita tidak tahu bagaimana untuk menikmatinya. Bukan berarti dalam perjalanan kita tidak ada masalah, akan banyak sekali masalah yang ditemui. Di saat saya sampai pada tempat yang baru, hal utama yang saya lakukan adalah mencoba melebur menjadi satu dengan orang-orang dan lingkungan tersebut. Tanpa adaptasi kita akan terlihat sombong dan angkuh. Bukan berarti kita menelan mentah-mentah nilai yang dipahami orang lain, tetapi kita harus belajar untuk menghormati dan melihat lebih jauh nilai-nilai tersebut.
Setiap orang memiliki gaya travelingnya sendiri, jadi jangan pernah merasa lebih hebat atau lebih baik. Banyak dari kita yang mulai meremehkan orang lain, menjadi sombong karena sudah banyak menjelajah dunia. Kalau saya bilang mereka adalah "Traveler Gagal", entah nilai-nilai apa yang didapat kalau hanya menghasilkan pribadi yang angkuh. Maka dari itu seperti saya sebutkan di atas "Kebahagiaan" setiap orang pasti berbeda-beda, jadi kita sendiri bebas menentukannya, dan jangan pernah memaksakannya.
Trend traveling sedang marak saat-saat ini, melihat orang-orang mulai melangkah untuk melihat dunia menjadi sesuatu yang menyenangkan. Ketika kita keluar, kita akan sadar betapa kecilnya diri kita, dan betapa besarnya Sang Pencipta.
kunci dari kebahagiaan memang dengan menikmati hidup, jgn dibawa stress :)
ReplyDeleteYoi masbro, terimakasih ya sudah mampir lagi.
Delete