Skip to main content

Menyepi di Lonely Beach


Waktu itu saya terlalu sibuk bekerja, dan sampailah pada titik jenuh yang membuat saya ingin melepas semua penat yang ada. Saya tinggal di Bangkok-Thailand, hidup sendiri tanpa ada teman, keluarga apalagi kekasih pujaaan hati, loh...malah curhat, hehehe...ok kembali ke cerita.
Ini bukan liburan yang saya rencanakan jauh-jauh hari, cukup mendadak, persiapannya hanya dua hari sebelum berangkat, searching sedikit di google dan diputuskanlah untuk berangkat ke Koh Chang (Pulau Chang). Koh Chang sendiri ada di Provinsi Trat, perjalanan ke sana sekitar 6 jam dari Bangkok. Tujuan utama saya adalah mengunjungi Lonely Beach, dengan harapan bisa duduk tenang di pinggiran pantai yang sepi dan indah.

Saya menggunakan transportasi bus dari Terminal Ekamai, dengan keberangkatan jam sebelas malam. Harga tiketnya saya lupa, tapi seingat saya tidak mahal. Mengenai penginapan saya tidak booking terlebih dahulu karena saat itu masih low seasion. Dengan membawa ransel yang hanya berisi satu celana dalam dan beberapa pakaian karena kelupaan nyuci pakaian sebelum berangkat...hehehe, tapi celana dalam kan tersedia yang sekali pakai di Seven Eleven, jd tidak perlu terlalu kuatir, apalagi pakai tekhnik lama, side A, side B, jamuran iya tuh selangkangan, hahaha!!!



Sekitar jam empat pagi bus sudah sampai di dermaga untuk menyebrang ke Koh Chang. Tapi kami masih harus menunggu sampai jam enam pagi. Dan akhirnya kapal fery sudah siap mengantar kami ke Pulau Chang. Sesampai di sana perut sudah cukup lapar, dan kebetulan banyak yang menjual makanan, langsung saja pesan kaopat atau nasi goreng, tapi nasi goreng di Thailand ini agak basah dan gak pernah nemu yang seenak abang-abang yang lewat depan rumah setiap malam (jadi kangen rumah klo inget makanan). Untuk ke tujuan yaitu Lonely Beach, saya menumpang angkot bersama turis lainnya dari berbagai macam belahan dunia, kebanyakan dari eropa.


Akhirnya sampai juga, pantai ini memang sesuai namanya, cukup sepi dan tidak banyak orang. Pantai ini saya rasa cocok untuk dijadikan tempat pencari inspirasi, atau sekedar menyepi dari keramaian dan kesibukkan kota. Saya menginap di Siam Hut Resort, tapi jangan bayangin kalau ini resort bintang lima, kamarnya seperti gubuk, dari kayu dan hanya ada kasur dan kamar mandi, semalamnya 400 Baht saya pilih yang tidak pakai AC, waktu itu kamar yang saya pilih tepat menghadap pantai, viewnya cukup indah dan membuat hati ini sejuk walau kamar tanpa pendingin ruangan.


Jalan-jalan di pagi hari menjadi aktivitas favorit saya di sana, view pantai yang masih asri ditambah dengan cewek-cewek bule yang berjemur tanpa tanpa bra, anugerah yang luar biasa...hehehe. Ya di pantai ini banyak yang berjemur apa adanya, mungkin ini salah satu juga cara menikmati alam atau keindahan pantai yang masih asri. Saya pun mencoba untuk berjemur, tapi tidak kuat lama-lama seperti turis dari eropa. Lonenly Beach tempat yang cukup romantis sebenarnya, kalau saran saya mungkin pergi dengan pasangan akan jauh lebih menyenangkan.


Demikian cerita singkat saya selama di Koh Chang, oh iya Chang ini bahasa Thailand yang artinya Gajah, tapi selama di sana saya tidak melihat sama sekali adanya gajah...hehehe. Teruslah melangkah dan lihatlah dunia!



Comments

  1. Lumayan keren pantainya bro, enak buat foto foto :)

    www.fikrimaulanaa.com

    ReplyDelete
  2. Pantainya sepi masbro, cocok buat bertapa...hehe

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Pattaya 18+

Pattaya adalah salah satu kota yang terletak di Provinsi Chonburi, Thailand. Dulunya sekitar tahun 1960 an, Pattaya ini hanya desa nelayan. Pada jaman perang Vietnam, banyak tentara Amerika Serikat yang bermukim di Pattaya sebelum berangkat menuju medan perang. Dari situlah penduduk di Pattaya mulai beralih profesi, mereka mulai membangun bar, dan tempat hiburan lainnya. Sampai sekarang Pattaya memang terkenal sebagai pusat hiburan malamnya Thailand. Pattaya menjadi salah satu kota di Thailand yang berkembang secara pesat. Apartemen mewah dan hotel terus bertambah, sehingga Pattaya juga menjadi daya tarik bagi para pencari kerja yang berasal dari daerah lainnya.

Senja di Bulan Desember

Jatuh cinta bukan hanya soal kesenangan semata, tapi berbicara mengenai rasa...

Keluarga Baru di Phnom Penh (Kamboja)

Pertengahan tahun 2013 saya berkesempatan mengunjungi Phnom Penh (Kamboja). Sebenarnya bukan acara liburan, karena waktu itu ijin tinggal saya di Bangkok telah habis. Saya perlu waktu lebih lama untuk mengurus dokumen yang diperlukan untuk Student Visa. Saya pilih jalur udara, kalau pakai jalur darat hanya diberikan waktu 14 hari ijin tinggal. Jadi saat berangkat budget saya benar-benar sangat minim.