(The bridge over the River Kwai)
Kanchanaburi terletak di bagian barat Thailand, populasi penduduknya sekitar 30.000 orang. Pada tahun 1942 kota ini ada dibawah kekuasaan Jepang, walaupun Thailand sendiri tidak pernah dijajah.
Terkenal dengan jalur rel kereta api kematiaannya, jalur ini dibangun oleh para pekerja paksa yang berasal dari eropa (tentara sekutu yang ditawan oleh Jepang), dan pekerja paksa yang berasal dari asia, termasuk dari pulau Jawa. Jika ingin tau lebih dalam tentang sejarah ini bisa mampir ke museum yang posisinya dekat dengan stasiun kereta api.
(Kanchanburi War Cemetery)
Saya sendiri sudah beberapa kali ke kota ini, Kanchanaburi dapat membuat kita menjelajah kembali ke masa lampau, melihat sejarah perang yang ada di sana. Kita bisa mencoba sebagian rute rel kereta api kematian, datang saja ke stasiun kereta api, lalu belilah tiket seharga 100 baht dan kita bisa menuju ke Tam kae Sae, dan kembali lagi ke stasiun Kanchanburi. Kita akan disodorkan pemandangan pedesaan yang masih asri.
(Pemandangan dari kereta api)
Untuk memilih penginapan, pilihlah yang dekat dengan sungai, banyak sekali pilihan hotel, dan harganya relatif murah. Selain bisa mancing, penginapan dekat hotel memberikan kita suasana yang damai, terutama saat matahari terbenam dan terbit. Sangat menyenangkan berlibur ke Kanchanburi untuk menghilangkan penat di ibukota.
(Camelia Resort)
Untuk memudahkan transportasi selama di sana, saya sarankan untuk menyewa sepeda motor. Dengan membawa peta anda bisa menjelajah Kanchanburi dengan bebas. Kisaran harga sewa 350-400 baht/hari, dengan jaminan paspor anda.
(Sepeda motor sewaan)
Kanchanaburi tidak tertalu familiar untuk orang Indonesia, karena seperti yang kita tau, turis Indonesia sangat senang dengan wisata shopping, lihat saja sampai ada buku yang judulnya belanja sampai mati di Bangkok, ngeri ya...hahaha. Untuk alternatif lain, bolehlah mampir ke kota ini, jangan cuma Chatucak market, Pratunam, MBK, atau tempat-tempat shopping lainnya.
(Salah satu danau di Kanchanaburi)
(Wat Tam Sea)
Kanchanburi sering menjadi pilihan saya untuk menyepi sejenak dari Bangkok, karena tidak terlalu jauh hanya sekitar 2 jam perjalanan. Dan banyak penginapan murah di pinggiran sungai. Dan yang suka wisata sejarah, mampirlah ke Kanchanaburi.
Kanchanaburi terletak di bagian barat Thailand, populasi penduduknya sekitar 30.000 orang. Pada tahun 1942 kota ini ada dibawah kekuasaan Jepang, walaupun Thailand sendiri tidak pernah dijajah.
Terkenal dengan jalur rel kereta api kematiaannya, jalur ini dibangun oleh para pekerja paksa yang berasal dari eropa (tentara sekutu yang ditawan oleh Jepang), dan pekerja paksa yang berasal dari asia, termasuk dari pulau Jawa. Jika ingin tau lebih dalam tentang sejarah ini bisa mampir ke museum yang posisinya dekat dengan stasiun kereta api.
(Kanchanburi War Cemetery)
Saya sendiri sudah beberapa kali ke kota ini, Kanchanaburi dapat membuat kita menjelajah kembali ke masa lampau, melihat sejarah perang yang ada di sana. Kita bisa mencoba sebagian rute rel kereta api kematian, datang saja ke stasiun kereta api, lalu belilah tiket seharga 100 baht dan kita bisa menuju ke Tam kae Sae, dan kembali lagi ke stasiun Kanchanburi. Kita akan disodorkan pemandangan pedesaan yang masih asri.
(Pemandangan dari kereta api)
Untuk memilih penginapan, pilihlah yang dekat dengan sungai, banyak sekali pilihan hotel, dan harganya relatif murah. Selain bisa mancing, penginapan dekat hotel memberikan kita suasana yang damai, terutama saat matahari terbenam dan terbit. Sangat menyenangkan berlibur ke Kanchanburi untuk menghilangkan penat di ibukota.
(Camelia Resort)
Untuk memudahkan transportasi selama di sana, saya sarankan untuk menyewa sepeda motor. Dengan membawa peta anda bisa menjelajah Kanchanburi dengan bebas. Kisaran harga sewa 350-400 baht/hari, dengan jaminan paspor anda.
(Sepeda motor sewaan)
Kanchanaburi tidak tertalu familiar untuk orang Indonesia, karena seperti yang kita tau, turis Indonesia sangat senang dengan wisata shopping, lihat saja sampai ada buku yang judulnya belanja sampai mati di Bangkok, ngeri ya...hahaha. Untuk alternatif lain, bolehlah mampir ke kota ini, jangan cuma Chatucak market, Pratunam, MBK, atau tempat-tempat shopping lainnya.
(Salah satu danau di Kanchanaburi)
(Wat Tam Sea)
Kanchanburi sering menjadi pilihan saya untuk menyepi sejenak dari Bangkok, karena tidak terlalu jauh hanya sekitar 2 jam perjalanan. Dan banyak penginapan murah di pinggiran sungai. Dan yang suka wisata sejarah, mampirlah ke Kanchanaburi.
Comments
Post a Comment