Skip to main content

HIDUP RASA TOM YUM #4


I Love My Job

Pekerjaan gue di Thailand adalah jalan-jalan, makan-makan, dan lalu dapat bayaran. Pekerjaan yang sangat menyenangkan tentunya. Tugas gue adalah ikut serta dalam rombongan tour dari Indonesia, jadi tugas gue nemenin guide-guide yang belum lancar atau belum bisa bahasa Indonesia. Jadi kalau gue update status lagi di pantai atau lagi makan enak, itu tandanya gue lagi kerja. Dan dalam kurun waktu tiga bulan berat badan gue naik 10 Kg. 

Kehidupan gue berbanding terbalik saat gue dulu tinggal di Jakarta. Hidup gue abis di jalan, berangkat pagi, pulang malam, dan seharian kena macet. Hidup di Jakarta tingkat stres nya emang benar-benar tinggi. Gimana nggak stres, hidup di sana keras bro, bayangain lagi gak punya duit, berhenti di minimarket, parkir motor sebentar, keluar-keluar udah dimintain duit parkir. Naik Metromini dimintain duit sama pengamen yang kadang suka maksa. Hal-hal begitu gak pernah gue temuin di Bangkok. Terkadang sedih juga kalau kita lihat wajah Jakarta yang semakin tertinggal dari ibukota negara-negara tetangga. Transportasi umumnya juga jauh tertinggal, di sini sudah ada MRT, Skytrain, jadi kalau macet banyak pilihan. Selain kerjaan, factor-faktor lainnya lah yang membuat gue betah. Tapi bukannya gue gak cinta tanah air, rasa kangen pasti tetap ada, apalagi klo keinget nasi padang, maklum di sini gak ada yang jualan nasi padang. Mudah-mudahan Jakarta bisa cepat menyusul ketertinggalannya.

Balik lagi soal kerjaan gue di Thailand ya, pokoknya pekerjaan ini benar-benar pekerjaan yang harus dinikmati. Kalau dibawa beban buat apa juga, kerjaannya cuma liburan kok. Tidur di hotel, kalau tamu di bintang lima gue juga sama di hotel bintang lima juga, apa yang tamu makan sama juga yang gue makan. Karena gue harus paham semua area atau spot-spot penting, termasuk dunia hiburannya, jadi guide lokal biasanya mengajak gue ke tempat-tempat itu, biar bisa jelasin ke tamu-tamu yang lagi berlibur. Misalnya ke tempat Body Massage, ini adalah tempat pijat plus, iya plus mandi atau cuci kaki. Ternyata kalau di Pattaya itu banyak banget tempat beginian, dari yang murah, sedang, sampai yang mahal sudah pernah gue cobain semua. Maksudnya cobain duduk di sana, maklum gue kan harus survey terlebih dahulu. Begitu juga sama club-club yang cocok untuk orang Indonesia, maklum selera bule kan rada beda ya. Jadi ini penting banget, karena pasti akan ketemu tamu yang suka bersilaturahmi ke tempat-tempat itu.

Setiap tamu yang datang pasti berbeda tipikalnya, ada yang rajin ibadah, kalau ini sepanjang perjalanan akan selalu dipenuhi doa-doa, jadi bawa group ini akan mendapatkan siraman rohani. Kalau ketemu yang party lover, ini group tour yang pastinya akan sangat melelahkan, karena jam kerja bisa jadi 24 jam nonstop tanpa henti, dan hari-hari dipenuhi oleh siraman alcohol. Pekerjaan gue kali ini tentunya membawa gue pada pengalaman-pengalaman yang susah dilupakan. Jadi carilah pekerjaan yang benar-benar anda cintai, dan untuk sekarang gue sudah gak lagi bawa group, tapi gue sudah berhasil mendirikan perusahaan sendiri di Bangkok. Pekerjaan yang lo cintai pasti akan membawa kearah yang lebih baik juga, asal pintar melihat celah dan mau berusaha.

Comments

Popular posts from this blog

Pattaya 18+

Pattaya adalah salah satu kota yang terletak di Provinsi Chonburi, Thailand. Dulunya sekitar tahun 1960 an, Pattaya ini hanya desa nelayan. Pada jaman perang Vietnam, banyak tentara Amerika Serikat yang bermukim di Pattaya sebelum berangkat menuju medan perang. Dari situlah penduduk di Pattaya mulai beralih profesi, mereka mulai membangun bar, dan tempat hiburan lainnya. Sampai sekarang Pattaya memang terkenal sebagai pusat hiburan malamnya Thailand. Pattaya menjadi salah satu kota di Thailand yang berkembang secara pesat. Apartemen mewah dan hotel terus bertambah, sehingga Pattaya juga menjadi daya tarik bagi para pencari kerja yang berasal dari daerah lainnya.

Senja di Bulan Desember

Jatuh cinta bukan hanya soal kesenangan semata, tapi berbicara mengenai rasa...

Keluarga Baru di Phnom Penh (Kamboja)

Pertengahan tahun 2013 saya berkesempatan mengunjungi Phnom Penh (Kamboja). Sebenarnya bukan acara liburan, karena waktu itu ijin tinggal saya di Bangkok telah habis. Saya perlu waktu lebih lama untuk mengurus dokumen yang diperlukan untuk Student Visa. Saya pilih jalur udara, kalau pakai jalur darat hanya diberikan waktu 14 hari ijin tinggal. Jadi saat berangkat budget saya benar-benar sangat minim.