Skip to main content

HIDUP RASA TOM YUM #1


HRTY (Hidup Rasa Tom Yum) berisi kumpulan cerita gue selama hidup di bangkok-Thailand.

Kesepian Membunuhku

Kenalin nama gue Aldo, gue laki-laki biasa yang punya banyak mimpi, walaupun belum ada mimpi yang kesampean, tapi gue akan tetap terus bermimpi. Gue tinggal di Bangkok – Thailand, gue juga bingung kenapa gue nyasar sejauh ini, gue bukan mau operasi atau ganti kelamin ya, gue cuma gak sengaja aja bisa hidup di sini.

Gue udah hampir tiga bulan tinggal di Bangkok, sekarang bulan Juli 2013. Gue mulai merasa kesepian, dan sepertinya membutuhkan belaian kasih sayang. Jadi Jomblo di Jakarta bukan masalah besar, di sana bisa main atau nongkrong bareng temen-temen. Kalau sekarang posisi gue di Bangkok, dan status jomblo benar-benar jadi sebuah masalah besar. Yang pertama gue gak punya temen, makan sendirian, jalan-jalan juga sendirian, temen ngobrol juga gak ada, paling security di bawah apartemen yang cuma bisa senyam-seyum ke gue, tanpa ada kata-kata yang keluar, mungkin kami sama-sama memendam perasaan. Yang kedua, karena orang-orang gak pernah liat gue jalan bareng cewek, jadi kejantanan gue ini diragukan oleh mereka, dan tentunya kaum homo mulai melirik gue. Di Thailand itu bener deh, banyak banget transgender dan kaum gaynya, jadi peluang gue menjadi seperti mereka tumbuh menjadi 70% dari situasi sebelum gue pindah ke Bangkok. Alamak, hari-hari gue dibayangi ketakutan-ketakutan ini, satu-satunya jalan gue harus mencari pacar yang bener-bener perempuan, dan gue juga berdoa semoga gue gak disesatkan atau yang paling gue takutin, gue jatuh cinta sama ladyboy. 

Bangkok ini kota yang bener-bener bebas, mau jadi lesbian, gay, atau apapun juga gak ada masalah. Mau jadi orang yang religius juga bisa, masih banyak biksu atau masjid dan gereja, jadi semua terserah pada pilihan masing-masing. Gue agak bingung sebenernya, mau cari temen dimana, dan akhirnya media sosial menjadi satu-satunya jalan yang bisa gue tempuh. Lewat aplikasi chating gue mulai ngajak kenalan cewek-cewek Thai yang tinggal di Bangkok. Dan hari pertama gue dinyatakan gagal total, 99% mereka gak bisa bahasa Inggris, cuma bisa yes or no aja, selebihnya mereka gak bisa nulisnya, dan akhirnya ya gue gak dapet temen. Sepertinya gw harus bersabar melepas status Jomblo yang mulai mengganggu ini. Gue rebahan di kasur, gw mulai menarik selimut, gue pejamkan mata, dan gue bilang di dalam hati “ Sabar Do, lo pasti bisa! Tapi jangan jadi homo ya!!!”

Sekarang masuk di bulan Agustus dan gue masih tetep Jomblo dan bukan JOJOBA (Jomblo-Jomblo Bahagia), karena gw gak bahagia sama sekali, gue ngerasa kesepian. Tapi gue tetep fokus buat kerjaan, dan gak menghambat, jadi gak perlu pake galau-galauan kayak anak jaman sekarang, Galau 80% sisanya dihabiskan dengan tidur, bener-bener gak produktif jadinya. Walaupun hidup gue dipenuhi kegagalan, tapi gue tetep berusaha kok. 

Gue lagi sedikit kegirangan, akhirnya ada yang bisa bahasa Inggris, dan kita mulai kenalan. Kalau dari fotonya cantik banget ini cewek. Nama panggilannya dia Apple, gue belum tau nama aslinya, karena orang Thai emang punya nickname yang beda banget dari nama aslinya.

Gue: Hi, my name is Aldo, from Indonesia, I’m very gentleman (ini apa coba, gue kira ini bener-bener norak) , can you speak English?
Apple: Hi Aldo, yes I can…
Gue: What’s your name?
Apple: Call me Apple na...
Gue: I will hope we can be friend.
Apple: Ok 

Itu kira-kira percakapan singkat gue sama Apple. Yes akhirnya gue punya kenalan cewek Thai dan bisa bahasa Inggris. Hampir tiap hari, tiap malem kita chating sampe ketiduran, pokoknya bener-bener ingin mengenal satu sama lain. Hati gue lagi berbunga-bunga, Apple ini punya senyuman yang manis dan orangnya juga asik diajak ngobrol. Gue bener-bener berharap status Jomblo akan segera pergi, dan gue terbukti sebagai laki-laki sejati tulen dan bukan penyuka sesama jenis. 

Jadi si Apple ini dia sales di salah satu dealer mobil mewah yang ada di Bangkok. Dan ternyata umurnya lebih tua tiga tahun dari gue, dan dia banyak cerita soal mantannya dulu, mereka putus karena pacarnya selingkuh, jadi dia cukup lama untuk kembali pulih. Sebagai laki-laki jantan sejati, tentunya gue nyemangatin dia buat lupain orang-orang yang gak penting, dan udah nyakitin dia. Kalau bahasanya agak susah biasanya gue translate dulu lewat mbah google, dan buka kamus juga di handphone gue, maklum grammar gue berantakan banget, daripada malu-maluin agak lama dikit ya gak apa-apalah ya. Singkat cerita kita berdua jadi akrab, tapi belum pernah ketemuan. Gue mulai cari-cari tempat makan yang enak, biar bisa dinner bareng sama si Apple.

Karena gue cukup sibuk dan dia juga susah ngatur waktunya, jadi kesempatan makan malem berdua belum bisa dilaksanakan. Kerjaan gue emang biasa ke luar kota, biasa nginep juga di pattaya, jadi gue juga sabar untuk nunggu waktu yang pas. Pastinya penasaran banget sih guenya, pengen lihat secara langsung, karena kalau belum pernah ketemu rasanya ada yang kurang. Gue juga gak pernah telfon-telfonan sama dia, paling cuma dikirim pesan suara aja, ah…tapi dari suaranya beneran perempuan kok. Loh kenapa jadi bertanya-tanya sekarang, keyakinan gue yang yang tadinya teguh akhirnya mulai tergoncang. Apakah Apple benar-benar perempuan? Ataukah dia transgender atau dia masih laki-laki dan belum operasi kelamin??? Waduh gue jadi parno sendiri akhirnya.

Akhirnya gue punya waktu agak lenggang, jadi gue berharap banget bisa ketemu sama si Apple. Walaupun belakangan ini gue sendiri mulai gak yakin, apa si Apple benar-benar perempuan asli. Sambil tidur-tiduran di kasur gue lihat-lihat lagi foto-foto si Apple yang dia pernah kirim, tapi kalau menurut insting gue, dia ini perempuan beneran kok. Gue akhirnya kirim pesan ke dia buat makan malem bareng, mungkin aja dia bisa.

Gue: Hi, are you free today? I want dinner with you…
Apple: Today??? Hmmmm….
Gue: yes , dinner at The Mall Bangna.
Apple: Sorry, I must send my mother to dentist, another day na…
Gue: Ok, When???
Apple: Mai Roo ( Bahasa Thai : Tidak Tahu)

Ternyata gagal lagi, gue mulai gak betah dengan pertanyaan-pertanyaan yang muncul di kepala gue. Karena lumayan kecewa gak jadi makan malem bareng Apple, akhirnya jalan sendirian deh di Mall. Semua rata-rata berpasangan-pasangan, baik yang sesame jenis atau yang berlaianan jenis. Kalau gue perhatiin, cewek-cewek tomboy pasti pacarnya itu cantik-cantik banget, kenapa dunia sudah berubah seperti ini ya, kenapa mereka suka sesama jenis, padahal ada laki-lai normal, jantan, dan tangguh yang lagi kesepian. Gue makan burger di salah satu gerai cepat saji yang sudah sangat terkenal, berlambang huruf M, tapi di Thai, saus sambelnya beda, di sini rasanya manis dan lebih bening warnanya, kurang nikmat deh pokoknya. Di saat gue mau menghabiskan gigitan terakhir dari burger, datanglah sepasang kekasih masih anak sekolah, anak SMP kurang lebih, dan mereka tanpa malu menunjukkan adegan cipokan yang cukup liar di depan muka gue. Sialan, masih ABG labil udah sok-sokan (Langsung panas, maklum Jomblo kesepian), akhirnya gue cabut dari tempat itu dan memilih pulang ke apartemen.
Beberapa hari udah berlalu, gue belum bisa juga nemuin Apple, dia sepertinya sedang sibuk, atau sengaja menghindar. Karen ague udah capek, jadi malem itu gue kirim pesan ke dia.

Gue: Apple…
Apple: Yes (dijawabnya agak lama, sejam dari pesan pertama yg gue kirim)
Gue: I have Question (Gue mulai gak sabar, dan mulai bertingkah bodoh)
Apple: ………………???
Gue: Are You LadyBoy? (Gila gue jahat banget, gara-gara gak sabar ketemuan)
Apple: WHAT ????
Apple: FU#CK YOU!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Gue: Sorry…..No…..Apple…
Gue: Only want to know about you, Apple…
(Gak ada jawaban, dan ini adalah terakhir kali kita berdua berkomunikasi)

Gue langsung ngerasa bersalah banget, tapi menurut gue kata-kata gue ini emang jahat. Kenapa gue gak mau sabar sampai ada waktu ketemu, semua malah lebih jelas, daripada begini, hilang sudah harapan dan semua sudah selesai. Apple menjadi sosok yang masih misteri sampai hari ini, gue gak pernah tau dia yang sebenarnya, ketidaksabaran merusak semua rencana yang sudah dibangun dan diatur dengan rapi. Dan akhirnya gue tetaplah laki-laki Jomblo saat itu, tapi semua jangan terlalu lama disesali, justru ini jadi bahan pembelajaran untuk kedepannya. Terima kasih untuk Apple yang sudah menjalin pertemanan singkat ini.

Mampir juga ke channel YouTube gue di: AldoGunz Story


Comments

Popular posts from this blog

Pattaya 18+

Pattaya adalah salah satu kota yang terletak di Provinsi Chonburi, Thailand. Dulunya sekitar tahun 1960 an, Pattaya ini hanya desa nelayan. Pada jaman perang Vietnam, banyak tentara Amerika Serikat yang bermukim di Pattaya sebelum berangkat menuju medan perang. Dari situlah penduduk di Pattaya mulai beralih profesi, mereka mulai membangun bar, dan tempat hiburan lainnya. Sampai sekarang Pattaya memang terkenal sebagai pusat hiburan malamnya Thailand. Pattaya menjadi salah satu kota di Thailand yang berkembang secara pesat. Apartemen mewah dan hotel terus bertambah, sehingga Pattaya juga menjadi daya tarik bagi para pencari kerja yang berasal dari daerah lainnya.

Senja di Bulan Desember

Jatuh cinta bukan hanya soal kesenangan semata, tapi berbicara mengenai rasa...

Keluarga Baru di Phnom Penh (Kamboja)

Pertengahan tahun 2013 saya berkesempatan mengunjungi Phnom Penh (Kamboja). Sebenarnya bukan acara liburan, karena waktu itu ijin tinggal saya di Bangkok telah habis. Saya perlu waktu lebih lama untuk mengurus dokumen yang diperlukan untuk Student Visa. Saya pilih jalur udara, kalau pakai jalur darat hanya diberikan waktu 14 hari ijin tinggal. Jadi saat berangkat budget saya benar-benar sangat minim.