Skip to main content

Perjalanan Menuju Phuket

Patong Beach, Phuket
Oktober 2014

Waktu itu saya belum pernah main ke Thailand bagian selatan. Jadi suatu pagi saya terbangun dari tidur, dan sebenarnya belum merencankan apapun. Dengan mata masih sayup-sayup, saya buka jendela dan duduk di balkon kamar sambil menghisap rokok. Tiba-tiba saja terbersit Phuket, sudah lama di Thailand tapi belum mampir ke pulau yang cukup terkenal ini. Ya saya memang suka bepergian tanpa direncanakan panjang lebar terlebih dahulu. Masuk ke kamar dan ambil tas ransel yang tersimpan di atas lemari pakaian. Saya berkemas, menyiapkan pakaian untuk tiga hari saja, karena hari Senin harus ngantor kembali. Padahal saya belum tahu mau naik apa ke Phuket. Browsing sebentar di internet, dan saya putuskan naik kereta api ke Provinsi Surathani. Sekalian mencoba kereta tidur, sebenarnya naik bus lebih cepat dan murah, tapi saya mau cari suasana yang beda, jadi pilih naik kereta api.



Stasiun Hualampong
Saya pergi dengan Beena, saat mau membeli tiket, kami berdebat lagi. Akhirnya dibelilah tiket kereta api dengan tujuan Bangkok-Huahin. Beena beralasan waktunya terlalu singkat, jadi lebih baik ke Huahin. Sampai akhirnya mendekati jam keberangkatan, tapi hati saya maunya ke Phuket, jadi saya bilang ke Beena untuk tukar tiket ke loket dan ganti menuju Surathani, "Bee I don't want go to Huahin, go to south Thailand better, i want to see Phuket." beena pun sedikit merengut dan bingung, tapi akhirnya dia setuju dengan saya. Beginilah traveling tanpa direncanakan sebelumnya. Tapi gak tau kenapa saya enjoy dengan model perjalanan macam begini.

Di dalam Gerbong
Ini perjalanan pertama saya menggunakan kereta tidur, perjalanan ke phuket sekitar 12-14 jam. Saat masuk ke gerbong saya bingung, dimana kasurnya? perasaan cuma bangku biasa aja nih. Maklum baru pertama jadi rada kampungan. Ternyata di atas bangku itu tempat tidur, dan bangku yang ada di bawah akan jadi tempat tidur juga setelah malam tiba. Seorang petugas akan menyiapkan semuanya. Kereta api pun mulai bergerak meninggalkan Bangkok.

Sudah masuk ke alam mimpi hehe...!
Perjalanan cukup panjang, tapi untungnya saya bisa tertidur, gerbong ini dilengkapi pendingin ruangan, jadi jangan khawatir kepanasan. Juga ada gerbong khusus restoran, tapi makanannya gak enak, tapi cukup mengenyangkan. Kalau lagi di dalam kereta, hal yang saya takutin itu kalau kebelet pup , gak kebayang boker sambil goyang-goyang di dalam WC. Dan susah fokus karena suara kereta yang cukup keras, dan gak bisa berleha-leha, gak tau kenapa klo ke WC di dalam kereta pasti ada aja yang udah ngantri di luar. Pertanyaannya kok selalu ada orang yang berhasrat sama di jam yang sama pula. Klo di gerbong yang saya tinggali WC nya kotor, saya akan lebih pilih jalan ke gerbong lainnya. Males banget kan liat WC yang berceceran pup orang lain. Tapi petugas kebersihan di kereta cukup baik, mereka cukup rajin mengecek dan membersihkan WC umum bagi para penumpang.

Surat Thani Province
Sekitar jam enam pagi kami sampai di Provinsi Surathani, dan kami harus menunggu bus yang akan mengantar ke phuket. Dari Surathani ke Phuket kurang lebih 5 jam perjalanan, karena ini naik bus umum, kalau naik mobil pribadi hanya sekitar 3 jam saja. Di sana kami menunggu di warung-warung kopi yang tepat bersebelahan dengan stasiun. Tapi saran saya jangan ngopi di sana, kopi yang disajikan hambar kebanyakan air, dan bercampur dengan semut. Kopi paling ancur yang pernah saya minum. Mending beli di mini market yang gak jauh dari sana. Bersama turis-turis lainnya kami berdua menunggu bus datang. Bus-bus yang datang akan mengantar ke tujuan turis masing-masing, ada yang ke Phuket, Koh Samui, dan ke Krabi. Setelah Phuket tentunya saya pasti akan ke Krabi dan Koh Samui, bagi pecinta pantai jangan lewatkan tempat-tempat ini.

Patong Beach
Entah jam berapa saya lupa, sepertinya hampir jam 2 siang, kami sampai di Phuket. Kesan saya Patong beach ini mirip dengan Pattaya, hanya saja Pattaya lebih ramai dan jalanannya lebih besar. Dan dipinggiran pantai banyak bar-bar, sama dengan Pattaya. Akhirnya saya kesampean juga ke daerah Selatan Thailand. Di Phuket akan lebih banyak kita lihat para pendatang, entah orang Myanmar, Kamboja, atau orang India dan Arab. Mereka bekerja atau membuka usaha di sana. Saya pun sempat makan makanan Lebanon di sana, daging dombanya maknyus, saya lupa nama restorannya.

Mkanan Lebanon 
Tapi karena keterbatasan uang dan waktu, saya gak sempet mampir ke Phi-Phi Island yang terkenal. Mungkin lain waktu ada kesempatan, pastinya saya akan kembali lagi ke tempat ini. Sekian cerita singkat saya mengenai liburan dadakan.

Comments

  1. aihh thailand. jadi ngiri...
    ngomong2, ketemu lady boy kah? :)))

    ReplyDelete
  2. hahaha, ladyboy ngampar dimana-mana masbro, soalnya di sini biasa, ke Pattaya aja klo mau liat yg cantik2... :)

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Pattaya 18+

Pattaya adalah salah satu kota yang terletak di Provinsi Chonburi, Thailand. Dulunya sekitar tahun 1960 an, Pattaya ini hanya desa nelayan. Pada jaman perang Vietnam, banyak tentara Amerika Serikat yang bermukim di Pattaya sebelum berangkat menuju medan perang. Dari situlah penduduk di Pattaya mulai beralih profesi, mereka mulai membangun bar, dan tempat hiburan lainnya. Sampai sekarang Pattaya memang terkenal sebagai pusat hiburan malamnya Thailand. Pattaya menjadi salah satu kota di Thailand yang berkembang secara pesat. Apartemen mewah dan hotel terus bertambah, sehingga Pattaya juga menjadi daya tarik bagi para pencari kerja yang berasal dari daerah lainnya.

Senja di Bulan Desember

Jatuh cinta bukan hanya soal kesenangan semata, tapi berbicara mengenai rasa...

Keluarga Baru di Phnom Penh (Kamboja)

Pertengahan tahun 2013 saya berkesempatan mengunjungi Phnom Penh (Kamboja). Sebenarnya bukan acara liburan, karena waktu itu ijin tinggal saya di Bangkok telah habis. Saya perlu waktu lebih lama untuk mengurus dokumen yang diperlukan untuk Student Visa. Saya pilih jalur udara, kalau pakai jalur darat hanya diberikan waktu 14 hari ijin tinggal. Jadi saat berangkat budget saya benar-benar sangat minim.